-->

AgriPest


Dapet kabar dari teman ada mahasiswa lulusan kedokteran UWK yang meninggal di Sampang karena Enchepalitis. Dan di UGD Pediatri mulai meningkat kasus Enchepalitis pada anak-anak. Baca di koran ada artikel tentang berbahayanya penyakit Japanese Enchepalitis di Indonesia. Terutama di Sampang, Madura. Virus ini berbahaya, mudah menyebar melalui nyamuk jenis Culex Sp (nyamuk biasa). Dan angka kematiannya cukup tinggi. 

Bagi teman-teman sekalian jaga kesehatan. Awas gigitan nyamuk. Segera ke fasilitas kesehatan terdekat apabila ada anggota keluarga yang demam, kejang, penurunan kesadaran, ngantuk terus-terusan. Japanese Encephalitis (JE) adalah flavivirus yang berhubungan dengan demam berdarah, demam kuning dan virus West Nile. Kalau butuh Jasa Fogging, segera hubungi AgriPest yang memang handal dalam Jasa Fogging.

Virus ini menyebar pada manusia melalui gigitan nyamuk. Japanese Encephalitis adalah penyebab utama virus ensefalitis virus di negara-negara Asia. Seperti yang diungkapkan oleh WHO, Japanese Encephalitis mencapai sekitar 68.000 kasus klinis setiap tahun. Sekitar 24 negara di wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Barat memiliki risiko tinggi Japanese Encephalitis

Hingga saat ini belum ada obat yang ditemukan untuk menyembuhkan penyakit ini. Pengobatan yang dilakukan masih difokuskan pada penanganan infeksi dan gejala klinis yang parah. Untungnya masih ada vaksin yang aman dan efektif yang tersedia untuk mencegah Japanese Encephalitis


Kasus pertama Japanese Encephalitis didokumentasikan pada tahun 1871 di Jepang. Sebagian besar infeksi virus Japanese Encephalitis ringan menunjukkan gejala seperti demam, sakit kepala atau bahkan beberapa gejala yang tidak jelas. Pada infeksi yang parah, gejala yang dimunculkan seperti demam tinggi, sakit kepala, leher kaku, tidak sadarkan diri, koma, kejang, lumpuh dan bahkan kematian. Penyakit ini bahkan mampu menyebabkan kematian hingga 30% pada penderita yang mengalami gejala. Sekitar 20% -30% penderita yang bertahan hidup mengalami masalah intelektual, perilaku atau neurologis permanen seperti kelumpuhan, kejang berulang atau bahkan mulai kehilangan kemampuannya untuk berbicara. 

Japanese Enchepalitis ditularkan pada manusia melalui gigitan dari nyamuk yang terinfeksi Culex sehingga dikenal dengan nama nyamuk Culex. Saat terinfeksi, seseorang tidak mengembangkan viremia (virus dalam aliran darah) yang cukup untuk menginfeksi nyamuk yang menggigitnya. Virus ada dalam siklus transmisi antara nyamuk, babi dan/atau burung air (siklus enzootik). Penyakit ini terutama ditemukan di daerah pedesaan dan pinggir kota, dimana manusia hidup sangat dekat hewan-hewan tersebut. 

Virus Japanese Encephalitis seringkali ditularkan pada musim panas, karena wabah dapat menyebar dengan cepat. Di daerah dengan iklim tropis dan subtropis, penularan dapat terjadi sepanjang tahun. Tetapi, virus ini lebih sering terjadi pada periode musim hujan dan pra-panen di daerah-daerah pertanian. Untuk itu segera atasi nyamuk di sekitar rumah dan kantor Anda. Jika butuh tenaga profesional di bidang Jasa Fogging, silahkan hubungi AgriPest yang ahlinya di bidang Jasa Fogging.

Categories:

Leave a Reply

AgriPest - Jasa Pest Control - Jasa Fogging - Jasa Anti Rayap - Jasa Pengendalian Hama - Jasa Termite Control : "ANDA SOPAN KAMI SEGAN... "

AgriPest Di Facebook

Anti Rayap Ampuh SEO Stats powered by MyPagerank.Net